Sabtu, 24 Februari 2018

Rutinitas...

melakukan sedikit perjalanan, menikmati kanan kiri depan samping jalan sepanjang perjalanan, lalu melihat-lihat jejeran rumah yang dibangun rapi dan menyampaikan keinginan untuk memiliki satu saja bagian saja dari jejeran itu merupakan cara sederhana untuk melenyapkan kegundahan hati, sedikit kekecewaan, dan melupakan kejenuhan......belum tentu kanan kiri perjalanan adalah pemandangan indah karena kemacetan adalah salah satu penyumbang kesumpekan hati, pun pula belum tentu beli rumah karena ide dasarnya hanya untuk mendongkrak rasa percaya diri yang hampir mati digencet kekecewaan hati....perjalanan adalah perjalanan 

mungkin terlalu tak bernilai secara biaya dan mungkin terlalu lebay bila disebut sebuah keharusan, namun apa pun bentuknya....pelampiasan adalah pelampiasan...., bagian terpentingnya adalah kepuasan hati minimal mengalihkan sedikit perhatian kepada hal lain selain rutinitas hidup harian terutama rutinitas berpikir bahwa hidup terus menumpukkan kewajiban dan kebutuhan yang harus segera diselesaikan....

rutinitas...bagaimanapun manusia akan memiliki sisi rutin yang menjadikannya laksana robot bila sudah berhadapan dengan kewajiban dan tuntutan untuk melakukan hal yang sama secara periodik dan berulang ulang, tidak saja pada aktifitas fisik namun juga sering pada pikiran...semacam jadwal perjalanan Commuter Line Maja-Tanah Abang yang memiliki jadwal tetap setiap hari dan hanya berubah ketika aturan tentangnya dirubah...namun bagaimanapun aturan dirubah rutinitas kembali menjadi bagian perjalanan kereta itu....

maka kemudian rutinitas menjadi sebuah kebiasaan yang enggan pergi lalu menjelma menjadi karakter...apabila dinikmati mungkin akan disebut kewajaran, namun apabila menjelma menjadi keharusan yang tidak dapat diganti tanpa bisa dinikmati mungkin akan disebut sebagai kutukan...ini soal manusia, meski sisi robot terjelma namun keinginan cipta dan kenikmatan rasa tetap tak bisa disisihkan begitu saja....serutin apapun aktifitas manusia mengandung panggilan untuk menikmatinya secara berbeda dengan rasa yang tak selalu sama...

hidup menawarkan banyak pilihan, manusia boleh ambil satu, dua, atau semua pilihan...namun sejurus kemudian konsekwensi atas pilihan adalah kewajaran...dan hanya perlu disyukuri lalu dinikmati untuk kemudian memilih lagi...

kemudian malam menyapa.... 


kamar kerja, dini hari minggu yang sepi....

tentang Lelang yang 110 Tahun....

sedikit agak serius... percakapan di WAG siang itu mengalir pada sebuah obrolan menarik tentang lelang.., tidak seheboh hingar bingar pe...